Petunjuk Kisah Musa

Pada suatu hari selepas solat, hamba membaca Al-Quran sekaligus terjemahannya. Saat itu hamba baru sampai pada QS 26:10-68 yang isinya mengisahkan Nabi Musa dan Firaun. Firaun tenggelam di laut dalam pengejaran Nabi Musa.

Terbersit dalam hati sebuah pertanyaan, apakah Firaun yang tenggelam itu telah diselamatkan jasadnya oleh Allah? Sebab ada ayat lain di dalam Al-Quran bahwa jasad Firaun itu diselamatkan oleh Allah sebagai tanda dan pelajaran untuk umat berikutnya. Nyatanya memang ada mumi yang dianggap sebagai mumi Firaun oleh para arkeolog. Pertanyaan lainnya, apakah yang dimumi itu adalah Firaun yang bukan yang tenggelam?

Subhanallah, pertanyaan itu terjawab segera setelah hamba berada di toko buku Gramedia Pondok Indah. Di kumpulan buku baru ada sebuah buku yang berjudul “Sejarah Bangsa Israel dalam Bibel dan Al-Quran” karangan Dr. Louay Fatoohi dan Prof. Sheta Al-Dargazelli. Melihat judulnya sebetulnya hamba tidak tertarik. Tapi entah mengapa, tangan hamba mengambilnya dan membaca sekilas sinopsisnya yang ada di sampul.

Penggalan kalimat pada sinopsis yang menggelitik antara lain seperti ini. “Sebagai contoh, setelah membaca kisah Eksodus dalam Al-Quran, kita bertanya-tanya tentang identitas Firaun yang tewas dalam Eksodus. Apakah pada masa hidup Musa ada dua Firaun atau hanya satu?” dst.

Pertanyaan pada sinopsis itu persis seperti pertanyaan hamba kemarin malam. Dengan tanpa pertimbangan lagi, buku itu hamba beli.

Ketika hamba menulis ini, baru sekitar 75 persen halaman terbaca. Maklum jumlah halaman total 360.

Walaupun belum selesai membaca buku ini, pertanyaan-pertanyaan hamba telah terjawab. Pengarang telah dengan baik memberikan penjelasan ayat-ayat Al-Quran berkaitan dengan kisah Musa. Al-Quran sangat konsisten memberikan penjelasan kisah itu, dan sesuai dengan temuan-temuan para arkeolog. Hal ini sangat berbeda dengan rincian kisah yang disampaikan pada Bibel. Dengan gamblang pengarang memberikan sajian ketidak-konsistenan Bibel dalam mengisahkan Musa dan Firaun. Ayat yang satu tidak mendukung dan ada yang berlawanan dengan ayat lainnya.

Maha benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Tinggalkan Balasan