Beribadah di dalam Usaha

Pagi ini hamba membaca Radar Bogor mengenai kisah seorang suami istri yang memulai usaha dengan buka toko pakaian, termasuk baju muslim. Usahanya saat ini sangat sukses terbukti dari banyak cabang yang dibuka tidak hanya di Bogor, tetapi sudah merambah beberapa tempat di wilayah Jabodetabek.

Yang menarik suami istri ini merekrut karyawan dari para tetangga sekitar rumahnya yang kesulitan cari kerja dan menganggur.

Kisah ini mengingatkan hamba pada kesuksesan rekan istri hamba yang memiliki usaha membuat baju muslim. Produk rekan istri ini sudah menyebar ke berbagai pelosok tanah air. Bahkan sekarang membuat merek baru lagi untuk segmen pasar yang berbeda.

Yang juga menarik dari rekan istri ini adalah kedermawanannya terutama kepada anak yatim. Sampai belasan juta rupiah pun ia tak sayang untuk dia kasihkan ke anak-anak yatim.

Hamba berfikir, usaha mereka itu tidak untuk keuntungan pribadi dan keluarganya saja. Tetapi mereka juga memikirkan orang lain yang membutuhkan bantuannya. Alangkah nikmatnya bila bisnis tidak hanya bervisi mencari keuntungan semata, tetapi juga memberikan keuntungan bagi orang lain. Dan Allah memberikan balasan sesai dengan janji-Nya.

Hamba juga teringat dengan Muhammad Yunus, pendiri Garmin Bank di Bangladesh, yang sangat kondang di seluruh dunia. Kesuksesan Garmin Bank diawali dengan keprihatinan Yunus melihat kemiskinan rakyat di negaranya. Mulai dengan membantu beberapa orang dengan memberi modal usaha kecil, akhirnya berdiri Garmin Bank yang masih berkutat untuk membantu rakyat kecil.

Mereka semua itu berhasil menggabungkan usaha dengan ibadah. Nilai ibadahnya tidak sekedar menunaikan kewajiban ikhtiar menjemput rejeki untuk menafkahi keluarga, tetapi sudah jauh melampaui itu. Visi hidup mereka itu sudah sangat holistik, yaitu benar-benar mencari ridho Allah.

Tinggalkan Balasan